Apa yang terjadi ketika pencairan dana terlambat, pendanaan berubah, atau krisis datang secara tiba-tiba? Bagi banyak organisasi, kondisi ini bisa mengganggu alur operasional dan keberlanjutan program. Di tengah ketidakpastian pendanaan, stabilitas organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber dana, tetapi juga oleh kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko finansial. Di sinilah cadangan keuangan berperan penting—bukan hanya sekadar dana simpanan, tetapi dapat menjadi penyangga keberlanjutan organisasi saat menghadapi masalah keuangan.
Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation mengadakan pelatihan dengan tema Pengelolaan Keuangan yang berjudul “Penguatan Tata Kelola Cadangan Keuangan untuk Stabilitas Organisasi” sebanyak dua sesi.
Sesi pertama, yang dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, membahas tentang “Pembentukan Cadangan Keuangan Organisasi Nirlaba”. Sesi ini dipandu oleh Hadi Prayitno; Praktisi Keuangan Spesialisasi Non Profit. Dalam pemaparannya, Hadi membekali peserta dengan perspektif dan praktik dasar untuk mulai memperkuat cadangan keuangan organisasi, mulai dari strategi memperoleh dana segar, cara mengelola sumber pendanaan, memperkuat fundraising yang berkelanjutan, hingga mengupas indikator keuangan yang sehat serta memahami pentingnya cadangan operasional dan pengembangan sebagai fondasi stabilitas organisasi.
Sesi ini menjadi langkah awal sebelum peserta melanjutkan ke sesi berikutnya yang akan membahas tentang bagaimana cara mengelola dan mengevaluasi cadangan keuangan secara lebih dalam.
Yuk, tonton rekaman selengkapnya melalui kanal YouTube Lingkar Madani!






