Pengelolaan keuangan yang baik menjadi fondasi penting bagi organisasi nirlaba dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan. Namun, dalam praktiknya masih banyak organisasi yang belum memiliki kerangka arsitektur keuangan yang sistematis, sehingga pencatatan dan pelaporan menjadi kurang konsisten dan sulit dianalisis. Padahal, dengan kerangka arsitektur keuangan dan COA yang terstruktur, organisasi tidak hanya mampu memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menghasilkan informasi keuangan yang lebih strategis untuk pengambilan keputusan.
Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation mengadakan pelatihan dengan mengangkat tema Pengelolaan Keuangan dengan judul “Menyusun Kerangka Arsitektur Keuangan dan Chart of Accounts (COA) Organisasi Nirlaba” sebanyak dua sesi.
Sesi pertama, yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, membahas tentang “Memahami Kerangka Arsitektur Keuangan Organisasi Nirlaba”. Sesi ini dipandu oleh Dwi Wantoro; Praktisi keuangan yang aktif sebagai konsultan, trainer pelatihan keuangan, dan mendampingi penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil (OMS).
Dalam pemaparannya, Dwi menjelaskan tentang kerangka arsitektur keuangan organisasi non profit, mulai dari perbedaan antara organisasi profit dan non profit, pilar manajemen keuangan, hingga bagaimana siklus pengelolaan keuangan dan administrasi.
Yuk, tonton rekaman selengkapnya melalui kanal YouTube Lingkar Madani!






