Di tengah pesatnya penggunaan teknologi oleh Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) untuk menyuarakan perubahan, risiko digital juga semakin nyata, mulai dari peretasan, doxing, hingga pengawasan yang mengancam keselamatan fisik dan psikologis para pegiat sosial. Sayangnya, banyak OMS belum memiliki strategi keamanan digital yang komprehensif dan berkelanjutan.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation dan berkolaborasi dengan TONG BELAJAR, menghadirkan Narasumber Syamsul Alam dalam pelatihan “Melindungi Gerakan Sosial di Era Digital: Strategi Keamanan dan Keselamatan untuk OMS”.
Tujuan Pembelajaran :
- Memahami berbagai bentuk risiko digital yang dihadapi OMS dan gerakan sosial, termasuk peretasan, disinformasi, dan pengawasan daring.
- Menerapkan praktik dasar keamanan digital seperti pengelolaan kata sandi yang aman, penggunaan enkripsi, perlindungan perangkat, serta keamanan dalam komunikasi digital.
- Menyusun kebijakan internal dan SOP keamanan digital yang sesuai dengan kebutuhan, kapasitas, dan konteks kerja organisasinya.
- Mengelola data sensitif secara aman, melakukan mitigasi risiko kebocoran data, serta melindungi identitas individu dan jaringan komunitas dari potensi ancaman.
- Mengembangkan pendekatan jangka panjang untuk membangun kapasitas digital yang tangguh melalui advokasi, kolaborasi antar organisasi, dan penguatan solidaritas digital.
Subjek Cakupan :
- Identifikasi Risiko Digital
- Praktik Dasar Keamanan Digital
- Kebijakan dan SOP Keamanan Digital
- Manajemen Data Sensitif dan Privasi
- Penguatan Ketahanan Digital Jangka Panjang
Mari perkuat gerakan dengan strategi keamanan yang holistik dan berkelanjutan.
Daftarkan dirimu dan jadilah bagian dari jaringan OMS yang lebih tangguh di ruang digital!