Pengembangan organisasi masyarakat sipil (OMS) Indonesia menuntut seluruh elemen organisasi untuk terus menerus terlibat dan meningkatkan pemahaman konstruktif, kemampuan teknis, kelincahan dan kreativitas dalam beradaptasi, dan intuisi antisipatif untuk merespon masa depan yang tidak lagi sama dengan tujuan agar OMS di Indonesia dapat terus tumbuh, berkembang, dan memainkan posisi dan peran dengan efektif sesuai dengan mandat yang dimilikinya.
Pengembangan OMS tidak mudah, dan jauh dari rujukan model manajemen umum. Hal ini tidak lepas dari karakteristik unik OMS dalam mendapatkan sumber daya, pilihan cara kerja, kompleksitas relasi dengan para pihak dan penerima manfaat, dan juga tuntutan akuntabilitas yang spesifik karena jenis organisasi yang nirlaba, serta tantangan akhir yang selalu akan dihadapi setiap OMS ketika harus mengukur dan menyatakan dampak.
GROWTH HACKERS TALK adalah sebuah inisiatif Lingkar Madani yang mempertemukan para pegiat seni pengembangan organisasi masyarakat sipil di Indonesia untuk memberikan dukungan wawasan, keahlian, pengalaman dan wisdom kepada para pimpinan dan lapis manajemen OMS yang ingin terus bertumbuh dan berkembang. Berlandaskan prinsip pembelajaran yang setara, apresiatif dan respek, kepercayaan dan kejujuran; para fasilitator GHT akan menempatkan diri mereka sebagai critical friends yang akan membersamai OMS dalam melakukan refleksi, memindai situasi dan menemukan akar masalah, menemukan solusi jangka pendek maupun yang bersifat lebih permanen, memformulasikan langkah strategis yang dapat memicu efek domino perbaikan organisasi, menganalisa potensi yang tersembunyi, dan pada akhirnya mencari jalan untuk meretas pertumbuhan organisasi.
OMS sebagai pilar penting mendorong transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan
Sebagai poros yang menyeimbangkan kepentingan para regulator dan pemilik modal
Peran OMS yang dijalankan secara efektif berbasis karateristik, cara kerja dan kompleksitas yang dimiliki
Proses bertumbuh yang menyesuaikan konteks dan kebutuhan setiap organisasi masyarakat sipil
Merefleksi, memindai dan menemukan akar masalah, solusi dan jalan untuk pertumbuhan OMS
Mitra menerima informasi GHT melalui Whatsapp, situs dan Newsletter Lingkar Madani
Mitra dapat menghubungi sekretariat Lingkar Madani dan/ atau Fasilitator untuk menyepakati jadwal perbicangan
Bersama fasilitator, mengenai isu dan tantangan yang sedang dihadapi oleh organisasi
Seorang konsultan dan fasilitator dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di sektor NGO. Ia ahli dalam advokasi kebijakan, pengelolaan jaringan NGO, perancangan program, dan penguatan kelembagaan. Kariernya dimulai di YAPPIKA, kemudian ia mengkoordinasi jaringan Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3). Sejak 2011, ia fokus pada konsultansi independen, membantu NGO dalam perencanaan strategis, desain program, penguatan kapasitas, dan pembuatan roadmap advokasi. Kini, ia mengembangkan pendekatan mindfulness dalam fasilitasi.
Berkecimpung lebih dari 45 tahun di dunia LSM, sejak 1975, beliau bekerja diberbagai organisasi, termasuk Bina Swadaya, Yayasan Indonesia Sejahtera, dan SATUNAMA, serta bergabung dengan Yayasan Suara Bhakti Yogyakarta. Sebagai konsultan, beliau mengembangkan konsep pengembangan LSM dan kampung perkotaan. Beliau juga ahli dalam monitoring dan evaluasi, serta aktif memfasilitasi perencanaan strategis untuk LSM dan pemerintah. Meskipun pensiun, beliau masih terlibat sebagai konsultan lepas.
Berlatar pendidikan pertanian, George memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pengelolaan program pengembangan masyarakat, pelatihan, dan penelitian yang bekerjasama dengan pemerintah, OMS, dan donor di Indonesia Timur. Keahliannya meliputi tata kelola desa, otonomi daerah, HAM, GEDSI, manajemen bencana, dan pengembangan SDM. Ia menciptakan metode berbasis sosial budaya untuk memberdayakan masyarakat. Ia juga berpengalaman dalam peran perencanaan di Oxfam Novib, AIPD, dan DFAT.
Berlatar belakang pendidikan beragam, mulai dari Perbankan, Psikologi, hingga S2 Ilmu Komunikasi, Sarwitri terlibat dalam riset CSOSI, asesmen fiscal dan civic space, serta penelitian terkait LGBTIQ+. Beliau juga menyusun panduan seperti Panduan Mobilisasi Sumber Daya Lokal (Lokadaya) dan Panduan Akuntabilitas dan Keberlanjutan OMS (IKA-INFID), serta memfasilitasi pelatihan tentang kelembagaan, gender, dan HAM. Selain itu, ia aktif memberikan konseling bagi kelompok rentan.
Nanang Andi Setiawan adalah seorang profesional berpengalaman dalam manajemen proyek, analisis sistem, dan analisis bisnis. Menyelesaikan pendidikan di Teknik Elektro Universitas Brawijaya, ia telah menangani berbagai proyek teknologi dan sistem informasi sejak 2002. Saat ini menjabat sebagai Direktur PT Penabulu Wikara Pranata. Ia memiliki pengalaman luas dalam mengembangkan sistem inovatif, mulai dari e-billing hingga manajemen keuangan desa.
Berpengalaman dengan lebih dari 10 tahun di bidang pembangunan kapasitas OMS Indonesia, khususnya dalam pengembangan modul pembelajaran dan pelatihan. Dengan latar belakang sosiologi, ia ahli dalam metode pembelajaran partisipatif berbasis pengalaman. Saat ini, ia menjabat sebagai Koordinator Sekretariat Lokadaya, jaringan sumber daya dengan lebih dari 300 OMS di Indonesia. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek seperti GESIT dan KIAT di wilayah NTB dan Probolinggo.
Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani menyediakan dukungan hibah mikro bagi mitra the David and Lucile Packard Foundation untuk mendukung kegiatan lanjutan dalam penguatan kapasitas organisasi masing-masing mitra secara mandiri. Kegiatan lanjutan penguatan kapasitas organisasi terutama adalah kegiatan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan pemahaman baru yang didapat dari serial webinar dan pelatihan yang telah diselenggarakan oleh Lingkar Madani selama ini, antara lain berupa (namun tidak terbatas pada) kegiatan penyempurnaan sistem atau panduan lainnya, lokakarya perencanaan strategis, peningkatan ketrampilan dan kemampuan teknis, dan lainnya; namun tidak termasuk usulan pembiayaan honor, biaya operasional kantor, pengembangan aplikasi/instrumen, audit, dan biaya lainnya yang tidak terkait dengan target peningkatan kapasitas organisasi.
Mengingat keterbatasan dana yang dimiliki, Lingkar Madani akan memprioritaskan pemberian dukungan hibah mikro kepada mitra yang belum pernah menerima hibah sebelumnya, dengan pagu maksimal sebesar USD 5,000 untuk durasi pelaksanaan kegiatan selama paling lama 6 bulan, dan persetujuan hibah akan dilakukan oleh tim panel penelaah berdasarkan tingkat efektifitas usulan dalam menunjang penguatan kapasitas organisasi, sejauh mana usulan cukup strategis dalam memacu keberdayaan organisasi, dan mempertimbangkan efisiensi usulan biaya yang menyertai.
Kesempatan untuk mengusulkan proposal hibah mikro akan terbuka sejak Juni 2024 sampai dengan Juni 2025 dengan mempertimbangkan ketersediaandana yang Lingkar Madani miliki. Segala jenis pertanyaan, permintaan konsultasi dan pengajuan proposal dapat ditujukan kepada Lingkar Madani melalui info@penabulu.id dan hibah.mikro@lingkarmadani.id.
Program Lingkar Madani bekerja sama dengan Yayasan Angsamerah membuka layanan dukungan dan penguatan kesehatan mental paska trauma pada masa pandemi Covid-19 untuk seluruh mitra Lingkar Madani secara GRATIS, yang dilakukan secara daring (online). Konsultasi ini bertujuan membantu mitra dalam pencegahan dan pemulihan masalah kesehatan psikis dan psikososial paska trauma di masa pandemi. Seluruh mitra akan mendapatkan layanan dan konsultasi dari Psikolog, Psikiater dan Life Coach yang terdaftar dan bermitra dengan Klinik Angsamerah.
Akses layanan Klinik Angsamerah :
0811-1368-364 (customer care Angsamerah)
Jalan Bunga Cempaka Raya No.62A, RT 14/03, Cipete Selatan, Cilandak, 12410
Telepon: (021) 78848321
Surel: e-learning@penabulu.id
Program ini merupakan kerja sama antara Yayasan Penabulu dan The David & Lucile Packard Foundation
@2021. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.